Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Mengapa USD Terlihat Kuat tapi Sebenarnya Rapuh?
Friday, 26 December 2025 10:25 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Memasuki 26 Desember 2025, pergerakan dolar AS menunjukkan kondisi yang menarik namun penuh tanda tanya. Secara global, dolar masih berada dalam tekanan setelah sepanjang tahun mengalami pelemahan yang cukup dalam. Indeks dolar (DXY) bergerak cenderung menurun karena pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve akan melanjutkan kebijakan pemangkasan suku bunga. Ekspektasi ini membuat imbal hasil obligasi AS turun, sehingga daya tarik dolar sebagai aset berimbal hasil tinggi ikut berkurang dibanding mata uang utama lainnya.

Dari sisi kebijakan moneter, sentimen pasar masih condong ke arah dovish. Pelaku pasar menilai perlambatan di beberapa sektor ekonomi AS memberi ruang bagi The Fed untuk lebih agresif melonggarkan kebijakan. Walaupun bank sentral lain juga melakukan pelonggaran, fokus pasar tetap tertuju pada arah suku bunga AS karena perannya yang dominan dalam sistem keuangan global. Selama ekspektasi pemotongan suku bunga ini bertahan, dolar cenderung sulit menguat secara signifikan.

Data ekonomi AS sendiri sebenarnya tidak sepenuhnya buruk. Pertumbuhan ekonomi masih relatif solid dan beberapa indikator makro berada di atas ekspektasi. Namun, pasar tampak kurang responsif terhadap data positif tersebut karena narasi utama saat ini bukan lagi kekuatan ekonomi, melainkan arah kebijakan The Fed ke depan. Akibatnya, rilis data yang seharusnya mendukung dolar justru hanya memberi dampak terbatas dan bersifat sementara.

Di kawasan Asia, termasuk terhadap rupiah, dolar bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah tipis. Likuiditas yang menipis akibat libur Natal membuat pergerakan harga tidak terlalu agresif, tetapi sentimen risiko yang cukup positif mendorong mata uang regional untuk bertahan. Selama tidak ada gejolak besar dari faktor global, tekanan terhadap dolar di kawasan ini masih berpotensi berlanjut.

Secara keseluruhan, fundamental dolar AS pada 26 Desember 2025 lebih condong ke arah netral“bearish. Dolar masih bisa mendapat dukungan sesaat dari statusnya sebagai safe haven jika terjadi gejolak pasar, tetapi secara fundamental tekanan dari ekspektasi pemangkasan suku bunga dan penurunan yield membuat potensi penguatan USD terlihat terbatas dalam jangka pendek. (az)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS